
TINJAU.ID – Partai Gerindra mengklaim Presiden Terpilih 2024-2029 sudah mengemukakan rencana membentuk Presidential Club sejak maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Ide ini pun terus terjaga dan terpelihara hingga menteri pertahanan tersebut akhirnya memenangkan Pemilu 2024.
“[Ide Presidential Club] serius sekali. Gagasan tersebut sudah disampaikan Prabowo dan sudah didiskusikan dengan kader Gerindra bertahun-tahun lalu,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, Senin (6/5/2024).
Menurut dia, sejak awal, Prabowo memang ingin memberikan ruang kepada para presiden terdahulu untuk ikut memberikan sumbangan saran dan pendapat pada pemerintahan yang tengah bergulir. Dia mengklaim, Prabowo menilai para presiden sebelumnya memiliki kebijakan dan pandangan khusus untuk memajukan negara.
Habiburokhman mengatakan, dasar pertimbangan pembentukan Presidential Club adalah keperluan adanya wadah komunikasi antara presiden dengan para presiden sebelumnya. Presiden yang menjabat dinilai perlu mengetahui detil alasan presiden terdahulu mengambil sebuah kebijakan atau pembangunan.
“Karena untuk mengkonfirmasi kebijakan-kebijakan yang pernah diambil, orang yang tepat adalah leader di waktu kebijakan itu,” kata dia.
Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga mengklaim ide tentang pembentukan Presidential Club tak mendapat penolakan dari para presiden yang masih hidup. Hal ini merujuk pada Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri; Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono; dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Pendapat ini sekaligus ingin menampik sejumlah pendapat pakar dan pengamat Prabowo tak akan bisa mempertemukan para presiden terdahulu. Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dinilai memiliki hambatan untuk bertemu dengan SBY dan Jokowi usai sejumlah konflik politik.
“[Ide Presidential Club diterima] Karena Ibu Mega ketika memimpin juga punya banyak capaian dan prestasi untuk dilanjutkan saat ini,” kata Habiburokhman.









