
TINJAU, Jakarta – Empat artis ini diketahui kalah telak lewat versi hitung cepat (quick count) di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang digelar pada Rabu (27/11/2024). Hasil hitung cepat menunjukkan beberapa hal yang tak terduga, terutama bagi para artis yang ikut dalam kontestasi tersebut.
Tampaknya tak semua artis berhasil meraih kemenangan. Meskipun hitung cepat memberikan gambaran awal tentang kemungkinan siapa yang menang atau kalah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberikan kepastian yang lebih akurat pada pengumuman 15 Desember 2024.
Keterlibatan selebritas dalam Pilkada 2024 menjadi fenomena menarik yang banyak dibicarakan masyarakat. Banyak artis yang memilih untuk meninggalkan dunia hiburan demi berkontribusi dalam politik, dengan harapan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Berikut ini daftar artis yang kalah dalam Pilkada 2024, menurut hasil hitung cepat hingga Jumat (29/11/2024).
1. Krisdayanti
Krisdayanti atau Kris Dayanti (KD) adalah seorang penyanyi, diva pop, pemeran, dan politikus Indonesia yang lahir pada 24 Maret 1975 di Batu, Jawa Timur.
Dalam Pilkada 2024, Krisdayanti mencalonkan diri sebagai wali kota Batu dengan menggandeng Kresna Dewanata Prosakh. Meskipun memiliki popularitas sebagai artis, pasangan ini menghadapi tantangan besar dalam meraih dukungan masyarakat. Pasangan calon ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem.
Hasil hitung cepat menunjukkan Krisdayanti-Kresna berada di posisi bawah dengan perolehan suara sekitar 20,7%, kalah dari pasangan lain Firhando Gumelar-Rudi dengan perolehan suara sebesar 29,5% menduduki posisi kedua. Nurochman-Heli Suyanto berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara sebesar 49,8%.
2. Ronal Surapradja
Ronal Surapradja adalah seorang aktor, pelawak, penyiar radio, dan politikus asal Indonesia yang lahir pada 26 Mei 1977 di Bandung, Jawa Barat.
Dalam Pilkada 2024, Ronal Surapradja mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Jeje Wiradinata. Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Namun, hasil hitung cepat menunjukkan pasangan ini hanya memperoleh sekitar 9,1% suara, menempatkan mereka di posisi keempat dari empat pasangan calon yang bertanding.
Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan perolehan suara sebesar 9,67% menduduki posisi ketiga, disusul oleh posisi kedua pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dengan perolehan suara sebesar 20,07%, dan dimenangkan oleh Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dengan perolehan suara sebesar 61,16%.
3. Vicky Prasetyo
Vicky Prasetyo, yang lahir dengan nama Hendriyanto pada 18 April 1984 di Bekasi, Jawa Barat adalah selebritas, pelawak, presenter, dan penyanyi Indonesia. Pada Pilkada 2024, Vicky mencalonkan diri sebagai Bupati Pemalang berpasangan dengan Mochamad Suwendi, diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Namun, hasil sementara menunjukkan mereka meraih suara paling rendah sekitar 19,38% dibanding dua pasangan calon lainnya. Mansur Hidayat dan Muhammad Bobby Dewantara memperoleh suara 36,21% menduduki posisi kedua. Hasil sementara dimenangkan oleh pasangan Anom Wiidiyantoro-Nurkholes dengan perolehan suara sebesar 44,42%.
Kekalahan para artis ini menunjukkan betapa kompetitifnya arena politik di Indonesia di Pilkada 2024, serta tantangan yang dihadapi oleh mereka yang beralih dari dunia hiburan ke dunia politik.
4. Hengky Kurniawan
Hengky Kurniawan juga kalah pada Pilkada 2024. Artis yang berasal dari PDIP dan petahana ini maju sebagai calon bupati Kabupaten Bandung Barat bersama Ade Sudrajat. Hengky kalah dari pasangan sesama artis, yakni Jeje “Govinda” atau Ritchie Ismail.
Jeje “Govinda” – Asep Ismail unggul dalam hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia pada Pilkada 2024. Adik ipar Raffi Ahmad ini mendapatkan 37,77% dari perolehan suara. Jeje “Govinda” unggul dari Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat yang mengumpulkan 23.96% suara.
Sementara itu, di posisi ketiga ada pasangan Didik Agus dan Gilang Dirga yang mendapat 17,66%.
Para artis yang tumbang di Pilkada 2024 ini menunjukkan betapa kompetitifnya pertarungan politik di Indonesia. Hal ini juga menjadi tantangan baru mereka yang beralih dari dunia hiburan ke dunia politik.









