TinjauAds
DemokrasiHeadline

Besok, 7.783 Personel Polri Siaga Amankan Putusan PHPU Pilpres 2024

Dibaca dalam waktu1 Menit, 26 Detik

TINJAU.ID – Polda Metro Jaya siagakan 7783 personel dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di muka umum terkait hasil putusan sengketa pemilihan umum presiden (Pilpres) 2024 yang akan dibacakan Senin (22/4) esok.

“Dari 7783 Personel yang disiagakan akan dibagi di beberapa Sektor antara lain Sektor MK, Sektor Bawaslu RI Dan Sektor Monas” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Minggu (21/4/2024).

Ade Ary mengatakan kemungkinan diadakannya rekayasa lalu lintas akan bersifat situasional tergantung dengan kondisi di lapangan. Jika eskalasi terpantau meningkat dan diperlukan, kepolisian akan menerapkan pengalihan lalu lintas.

“Maka kami imbau untuk masyarakat yang akan melintas di depan Gedung MK untuk mencari jalan alternatif lainnya karena akan ada aksi penyampaian pendapat di depan gedung MK” tambahnya.

Selanjutnya, Ade Ary juga mengimbau para peserta massa aksi yang akan melakukan aksi unjuk rasa besok di depan Gedung MK untuk tetap memperhatikan hak-hak masyarakat lain yang juga menggunakan jalan umum.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Kami mengimbau, siapa saja yang akan menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam undang-undang pernyataan pendapat hak setiap warga negara” pungkasnya.

“Tentunya harus memperhatikan hak-hak masyarakat lainnya, sehingga aturan dalam undang-undang memberikan persetujuan di muka umum harap dipatuhi” imbuhnya.

Ade Ary menegaskan kepada seluruh Personil yang terlibat Pengamanan untuk selalu bertindak persuasif, tidak terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta laksanakan tugas sesuai Prosedur.

Di akhir, Ade Ary mengajak agar seluruh elemen masyarakat agar selalu menjaga kamtibmas, kerukunan dan persatuan bangsa.

“Kami mengimbau agar masyarakat berdoa untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa indonesia, mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, jangan terpecah belah akibat berita hoax yang bersifat provokatif dan mari kita berdoa untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai dan bermartabat.” pungkasnya.

Back to top button