Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Surutkan Minat Wisatawan ke Anyer
TINJAU.ID, Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Pantai Anyer, Banten, Minggu (6/9/2026).
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (3/9/2026) malam dan masih mengalami erupsi hingga Minggu dini hari. Meski demikian, wisatawan tetap ramai dan memadati kawasan Pantai Anyer.
Pantauan Tinjau.id di Pantai Anyer menunjukkan kawasan wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah, di antaranya ada yang dari Cengkareng, Jakarta Barat, Ciledug, Pamulang, Tangeran, Cibubur, dan sejumlah daerah lainnya.
Salah seorang wisatawan, Madi, warga Ciledug, mengatakan dirinya bersama keluarga tiba di Pantai Anyer sejak pagi. Menurutnya, kondisi di lokasi masih aman dan cuaca terlihat cerah.
“Di sini aman, bahkan udara terlihat cerah. Kami bisa mandi di pantai yang terbentang di Regal Royal Cottage Anyer,” ujar Madi.
Madi mengatakan, ia bersama keluarganya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di Pantai Anyer sekitar pukul 10.00 WIB. “Aman kok,” katanya.
Hal senada disampaikan Budi Jo, Ketua Alumni SMPN 45 Angkatan 1985, yang membawa rombongan sekitar 60 orang untuk berwisata ke Pantai Anyer.
“Alhamdulillah, aman. Kita bisa bermain di pantai dan mengadakan acara di depan Regal Royal Cottage Anyer,” ujar Budi Jo, Minggu (6/9/2026) siang.
Budi Jo mengaku sempat khawatir setelah melihat pemberitaan di televisi dan media sosial mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, ia kemudian mengonfirmasi kondisi tersebut kepada pihak pengelola Regal Royal Cottage Anyer.
Setelah mendapat informasi bahwa kondisi di kawasan wisata tersebut aman, rombongannya memutuskan tetap berangkat pada Minggu pagi.
“Awalnya kami khawatir karena melihat pemberitaan di TV dan media sosial. Setelah kami konfirmasi ke pihak pengelola, dikatakan aman. Akhirnya kami memutuskan tetap berangkat pada Minggu pagi untuk acara Temu Kangen yang sudah lama direncanakan,” katanya.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan Anita Anggrayni yang hendak mengikuti acara Temu Kangen SMPN 45/85 di Anyer. Anita mengaku sempat ragu untuk berangkat. Namun, setelah mendapat penjelasan dari panitia bahwa kondisi di Anyer aman, ia akhirnya tetap berangkat untuk bertemu dengan teman-teman lamanya.
Sementara itu, Tari, salah seorang pengelola Regal Royal Cottage Anyer, mengatakan jumlah tamu yang menginap masih ramai dan belum terpengaruh oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Setelah sarapan, tamu-tamu langsung menikmati keindahan Pantai Anyer. Ada yang berenang di kolam renang, bermain di pantai, dan ada juga yang sekadar berjalan-jalan di sepanjang pantai,” kata Tari kepada Tinjau.id.
Meski aktivitas wisata masih berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang mengimbau wisatawan dan masyarakat yang tinggal di kawasan pantai untuk tetap waspada. BPBD Pandeglang juga melarang masyarakat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” tulis BPBD Pandeglang melalui akun resminya.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait kondisi Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi BPBD dan BMKG.
Pengamat Gunung Api Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman, pada Sabtu (5/9/2026) menyebutkan, secara akumulatif Gunung Anak Krakatau telah mengalami lebih dari 240 kali letusan sejak statusnya ditetapkan Siaga pada 2 Juli 2026.
Menurutnya, letusan tersebut bersumber dari kantong magma Gunung Anak Krakatau sehingga tidak memicu aktivitas pada gunung api lain di Indonesia.
Selain getaran yang terasa hingga ke dalam rumah, hujan abu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Anggota Tim Pusdalops BPBD Pandeglang, Deni, mengatakan hujan abu vulkanik mulai turun di wilayah Pasauran, Kecamatan Carita. Namun, abu yang turun disebut tidak terlalu tebal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mencapai sejumlah wilayah seperti Serang, Tangerang, hingga Jakarta.
Sejumlah warga yang berolahraga dalam kegiatan car free day (CFD) di Jakarta bahkan menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. *









