TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Di Sidang Umum PBB, Menlu Sugiono Tekankan Ketahanan Nasional sebagai Fondasi Multilateralisme

Dibaca dalam waktu1 Menit, 49 Detik

TINJAU, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pentingnya membangun ketahanan nasional sebagai fondasi bagi kawasan yang stabil dan sistem multilateral yang mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

“Delapan puluh satu tahun lalu, Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir dengan sebuah keyakinan dan tujuan yang sama, yaitu untuk tidak menyerahkan masa depan umat manusia kepada perang dan perpecahan,” ujar Sugiono.

Menurutnya, berbagai krisis dan konflik yang masih terjadi menunjukkan perlunya multilateralisme yang mampu beradaptasi, merespons, dan memberikan hasil konkret.

Sugiono menyebut penguatan multilateralisme harus dimulai dari ketahanan setiap negara. Indonesia, kata dia, memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian pangan dan energi, investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan ekonomi yang mampu menghadapi berbagai guncangan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Rote, Indonesia adalah satu rakyat, satu bangsa,” katanya.

Ketahanan nasional, lanjut Sugiono, menjadi fondasi bagi ketahanan kawasan. Ia mencontohkan ASEAN yang selama hampir enam dekade mampu mengelola perbedaan, menjaga komunikasi, dan mencari titik temu di tengah meningkatnya kompetisi strategis.

Di tingkat global, Sugiono menilai PBB tetap memiliki peran penting. Namun, sistem multilateral perlu terus bertransformasi agar lebih representatif, tangkas, dan mampu memberikan hasil konkret.

“Jawaban terhadap multilateralisme yang belum sempurna bukanlah mengurangi multilateralisme. Jawabannya adalah multilateralisme yang lebih baik,” tegasnya.

Sugiono juga menyoroti Palestina sebagai salah satu ujian bagi sistem multilateral. Indonesia, kata dia, akan terus mendukung rakyat Palestina hingga terwujud negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Solusi Dua Negara serta hukum internasional.

Sehari sebelumnya, dalam Joint Arab-Islamic Ministerial Meeting on Jerusalem, Sugiono mendesak komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk melindungi status quo Yerusalem dan mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Indonesia juga mendorong penguatan koordinasi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab, termasuk dalam mendukung rekonstruksi Gaza, penguatan institusi Palestina, serta keberlanjutan peran UNRWA.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono turut menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 dengan tema “Fostering Unity, Advancing Peace”.

“Hanya melalui ketahanan bersama, PBB akan cukup kuat untuk memenuhi janji yang kita buat 81 tahun lalu: masa depan yang damai bagi generasi mendatang,” tegas Sugiono.

Back to top button